Dia terperangkap dalam toples kristal yang sangat cantik nyaris tiga kali putaran tahun..
Sedikit tempat gerak dalam kesempitan ruang yang dia miliki membuatnya sering terantuk ketika dia ingin bergerak memusing secepat tornado…
Kesendirian yang dirasakannya membuncah tatkala dia menerawang jauh ke hiruk pikuk yang dilihatnya dari dalam toples antik nan mahal…
Kerinduan untuk dapat terbang bebas di angkasa luas tak terbatas adalah suatu mimpi mahal bak seorang pelacur memimpikan surga…
Namun saat Tuhan mengabulkan doanya.. ketika seseorang membuka tutup toples yang merupakan gerbang kebebasan untuknya.. dia hanya terdiam di dasar kristal..
Tak ada kepakan sayap.. tak ada jeritan kebahagiaan.. hanya menatap dengan hampa lubang yang menganga mengisyaratkan untuk segera pergi dari tempat itu..
Pertanyaan demi pertanyaan terus berlarian dalam kepalanya.. Apakah dia mampu terbang tinggi.. seberapa lamakah dia akan bisa mengepakkan sayapnya tanpa lelah sampai akhirnya dia menemukan tempat yang dirasa lebih baik dari yang sebelumnya.. apakah dia akan selamat di luar sana.. apakah.. apakah.. dan berjuta apakah apakah lainnya…
Ternyata… tak cukup besar nyalinya untuk meninggalkan tempat yang selama ini dia hinakan… Karena hanya seluas itulah yang dia tahu selama ini dan dia sudah merasa cukup…
Crystal Jar..
March 31, 2009 by Ika Kartika Ekawati
Advertisement
